Mengembalikan Jati Diri Bangsa | TIP SEO UNTUK PEMULA

Kamis, 24 September 2009

Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Mengembalikan Jati Diri BangsaKontes SEO "Mengembalikan Jati Diri Bangsa".

Tak terasa Ramadhan sudah berlalu kini kita sudah memasuki bulan Syawal yang diawali dengan hari Raya Idul Fitri.

Maka saya mengucapkan Minal Aidzin Wal Faizin mohon maaf lahir dan batin, semoga sucinya bulan Ramadhan dan Idul Fitri selalu mewarnai hari-hari kita selanjutnya amien.

Suka cita Idul Fitri semoga membawa bangsa Indonesia untuk dapat " Mengembalikan Jati Diri Bangsa" yang tetap santun, ramah dan religius.
Saling mengasihi dan memberi tidak hanya pada moment ini saja tapi terus kita lakukan sebagai rutinitas.
Bangsa kita terkenal dengan dasar negara Pancasila yang terkandung didalamnya sikap untuk saling menghormati, menyayangi dan memberi sesamanya.
Akan tetapi sikap itu dimasa kini telah hilang berganti dengan acuh tak acuh, saling mengejek, kasar, bahkan berbuat jahat kepada orang lain adalah hal yang biasa, sungguh ironis sekali.

Pada malam takbir saya bersama keluarga menikmati suasana takbiran di jakarta dengan berkeliling kota. Tak sengaja melewati jalan Kepu di daerah Kemayoran di pinggir jalan ada sedikit keramaian saya kira segerombolan anak laki-laki sedang bermain.

Wah terkejut saya ternyata segerombolan anak laki-laki sekitar 7 orang sedang mengolok-olok seorang kakek yang jalannya pelan sekali, bahkan seorang anak dengan teganya naik di punggung kakek itu yang sedikit bongkok. Teman2 semua tertawa terbahak-bahak,
seakan itu hal yang patut di tertawakan. Miris sekali saya melihat hal itu ingin menghentikannya tetapi laju kendaran saya terlalu cepat. di sekitarnya banyak juga orang dewasa yang lagi duduk , mengapa mereka diam saja?

Dimana kah hati nurani saat itu?
Teringat dulu waktu masih duduk di bangku sekolah pelajaran pendidikan moral diajarkan kita untuk saling menyayangi yang muda dan lemah, menghormati yang tua, menolong yang kesusahan. Lalu diman hal itu sekarang?
Melihat hal itu seakan apa yang mereka perbuat itu adalah hal yang biasa wajar, lalu dimana letak moral bangsa kita, kalau generasi mudanya saja sudah berbuat amoral.

Pada jaman sekarang dimana era teknologi informasi begitu majunya , kebanyakan para orang tua lebih menekankan pendidikan intelegensi yang tinggi dibandingkan emosionalnya, sehingga moral dianggap tak perlu.

Seorang anak dianggap pintar kalau nilai pelajaran matematika, ilmu alam mendapat nilai 8 keatas tak perduli bagaimana tindak tanduknya perilaku sehari-hari, padahal yang dibutuhkan tidak hanya itu.

Mereka juga harus punya sikap yang santun dan berbudi luhur yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia.
Pendidikan moral dan agama harus lebih intens diberikan kepada anak sebagai sarana Mengembalikan Jati Diri Bangsa dan imbangan dari kondisi sekarang dimana arus budaya luar yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

Anak- anak harus diberi bekal dengan kepribadian yang baik dan kuat.
Karena merekalah yang akan menjadi pemimpin Indonesia masa depan.
Kearah mana Indonesia mendatang mereka penentunya, apa jadinya jika mereka tanpa moral dan akhlak mulia.
Peran orang tua, sekolah dan masyarakat bertanggung jawab untuk memberi pendidikan moral sesuai peran dan posisinya.
Orang tua di rumah berilah contoh sikap santun dan menyayangi, sekolah tanamkan sikap menghoramti sesama dan masyarakat memberikan suasana
yang rukun dan sopan.

Ketiga elemen tersebut berperan untuk Mengembalikan-Jati-Diri-Bangsa. Pendidikan moral yang diberikan orang tua di rumah menjadi dasar moral anak, berilah contoh sikap saling menyayangi antar keluarga, bahu membahu dan perilaku santun.
Disekolah guru mengajarkan sikap untuk saling menghormati kepada yang lebih tua menyayangi lebih muda dan mengahargai sesama. Masyarakat sebagai elemen terbesar berikan kondisi yang kondusif untuk pendidikan moral, hidup rukun tanpa tawuran kelompok, selesaikan semua masalah dengan musyawarah tanpa senjata dan otot, perilaku sopan.

Mengembalikan Jati Diri Bangsa di antara arus globalisasi sekarang bukan pekerjaan yang mudah tetapi butuh kesabaran dan ketekunan terus menerus.
Anak-anak sekarang biasa berbuat kasar kepada orang lain karena kebiasaan mereka melihat di televisi acara yang memperlihatkan adegan berbuat kasar dan jahat pada orang lain dengan jelas.
Ada acara sinetron anak-anak yang disiarkan sore memperlihatkan adegan seorang guru yang jatuh terpeleset dan muridnya tertawa keras tidak ada yang membantu, apa yang baik dari adegan itu?
Atau pertengkaran orang dewasa dengan tamparan , duh sungguh miris melihatnya. Ini memberikan tontonan bahwa sesuatu yang membuat orang lain sengsara adalah diperbolehkan, menyelesaikan masalah dengan kekerasan itu wajar. Dari sini anak-anak menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Apa jadinya Indonesia jika perilaku generasinya buruk seperti itu?

Untuk itu kita harus berikan contoh anak-anak perilaku yang baik kepada sesama, ini salah satu cara sederhana Mengembalikan Jati Diri BAngsa Indonesia yang santun dan sopan.
Sekali lagi masih disuasana Idul Fitri tebarkan suasana yang sejuk dengan saling menyayangi, menghormati dan sopan kepada semua orang. Ayo kita Mengembalikan Jati Diri Bangsa.

Mari kita dukung kontes seo yang diadakan oleh : beritajitu.com dan baca article terkait tentang Kontes SEO Mengembalikan Jati Diri Bangsa

0 komentar:

Posting Komentar